Tampilkan postingan dengan label inovatif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inovatif. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Agustus 2019

Era 4.0 Menuntut SDM Inovatif, Kreatif dan Entrepreneurship


Arnoldus Dhae | Humaniora 
Media Indonesia 
25 August 2019, 10:51 WIB 

MENTERI Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan dalam era industri 4.0 seperti sekarang ini menuntut kesiapan dan membutuhkan kemampuan sumberdaya manusia handal, inovatif, kreatif dan berjiwa entrepreneurship.

"Peran SDM, Iptek dan Inovasi menjadi begitu nyata dalam era Revolusi Industri 4.0. Dunia pendidikan, khususnya pendidikan tinggi, lembaga litbang dan komunitas iptek dan inovasi dituntut untuk aktif beradaptasi. 

Dan kemudian menciptakan ide-ide inovatif dalam menjawab peluang dan tantangan era industri 4.0," kata Menristek usai melepas peserta jalan sehat dalam rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke 24, di Lapangan Puputan Renon Denpasar Bali, Minggu (25/8).

Hadir dalam jalan sehat tersebut Gubernur Bali, Wali Kota Denpasar, Dirjen Penguatan Inovasi, Jumain Appe dan para pejabat di lingkungan Kemenristekdikti.

Dalam sambutannya Menristekdikti juga mengajak seluruh elemen masyarakat khususnya di Kota Denpasar untuk berpartisipasi dalam berbagai rangkaian acara Hakteknas ke-24 dengan mengunjungi berbagai kegiatan. 

Antara lain pameran inovasi teknologi Ritech Expo dan kegiatan berupa peragaan iptek keliling dan berbagai model pembelajaran teknologi yang atraktif dan interaktif dari Pusat Peraga Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP IPTEK).

Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe dalam laporannya menyebutkan peserta jalan sehat juga diikuti perwakilan dari 100 daerah di luar Provinsi Bali yang tergabung dalam komunitas IDSD (Indeks Daya Saing  Daerah). 

(OL-3)

Sumber : https://mediaindonesia.com/read/detail/255293-era-40-menuntut-sdm-inovatif-kreatif-dan-entrepreneurship

Jumat, 28 Desember 2018

Tantangan Revolusi Industri 4.0 dan Kependudukan Kita


Oleh : Sonny Harry B.Harmadi
Staf Ahli Bidang Kependudukan Kemenko PMK, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia. Anggota Forum Masyarakat Statistik

Kompas, Jumat, 28 Desember 2018 : 6

Kompas, Jumat, 28 Desember 2018 : 6





















Menurut Forum Ekonomi Dunia (WEF), daya saing suatu negara ditentukan oleh tiga faktor utama, yaitu dorongan faktor produksi (factor-driven), dorongan efisiensi (efficiency-driven), dan dorongan inovasi (innovation-driven). 

Kebijakan pemerintah membangun infrastruktur fisik dan memperbaiki tata kelola pemerintahan selama empat tahun terakhir berdampak positif terhadap peningkatan daya saing yang bersifat factor-driven.

Jumlah penduduk yang besar dengan daya beli yang terus meningkat menjadikan Indonesia memiliki modal daya saing dari sisi efficiency-driven

Di era Revolusi Industri 4.0, daya saing sangat ditentukan bukan hanya oleh factor and efficiency-driven, melainkan juga kemampuan inovasi (innovation-driven). Revolusi Industri 4.0 dipicu oleh revolusi digital dan teknologi informasi yang berkembang sejak  2000. Memudahkan orang untuk mengakses informasi dan pengetahuan, memromosikan produknya, dan melakukan ekspansi pasar.

Namun, Revolusi Industri 4.0 juga menciptakan tantangan di era bonus demografi karena ancaman untuk terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di industri jugameningkat. Pekerja dituntut memiliki kompetensi kerja yang tinggi atau tersisih. Tantangan ini berpotensi menjadi ancaman bagi bonus demografi jika kita tidak segera membangun SDM dengan kompetensi inovasi.

Inovasi bersumber dari pengetahuan baru dan lulusan terlatih yang dihasilkan sekolah dan universitas. Namun, WEF menjelaskan bahwa sebagian besar sistem pendidikan saat ini masih mengacu pada model yang dikembangkan seabad lalu. Pemerintah perlu segera menyempurnakan sistem pendidikan, ekosistem inovasi melalui sistemdan lingkungan yang mendukung berkembangnya inovasi.

Sistem pendidikan harus menghasilkan manusia unggul yang berkarakter, inovatif, danberbakat tinggi. Pendidikan harus mendidik siswa untuk  mampu memecahkan masalah, mengambil keputusan, berpikir kritis dan kreatif, memiliki kecerdasan emosi dan mampu menjadi pribadi berkarakter lifelonglearning.

Tak ada pilihan lain, kita harus mengembangkan strategi pendidikan yang adaptif terhadap Revolusi Industri 4.0, agar innovation-driven yang menjadi prasyarat Revolusi Industri 4.0 dapat berkembang dan mendukung peningkatan daya saing Indonesia. Jika daya saing meningkat, investasi juga akan meningkat, kesempatan kerja di sektor formal terbuka lebar, memberi kesempatan bagi penduduk usia produktif  kita untuk dapat berkerja dan menciptakan lapangan kerja yang layak.

Dengan demikian, kita akan mampu mentransformasikan bonus demografi menjadi bonus ekonomi, menciptakan kesejahteraan berkeadilan sosial.

Catatan : Artikel ini merupakan potongan dari artikel berjudul "Situasi dan Tantangan Kependudukan 2019" oleh : Sonny Harry B.Harmadi di harian Kompas, Jumat, 28 Desember 2018 : 6